Seiring dengan visi Indonesia untuk menjadi pemimpin global dalam bidang keuangan syariah, sebuah simbol kemajuan baru muncul di tepi utara Jakarta: Menara Syariah PIK. Lebih dari sekedar kompleks komersial, pengembangan ini dibayangkan sebagai Pusat Keuangan Syariah terbesar di Asia Tenggara, yang mewujudkan nilai-nilai identitas Islam, keberlanjutan, dan integrasi modern. Berlokasi strategis di Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2), tepat di luar perbatasan utara Jakarta, Menara Syariah berdiri di jantung kawasan seluas 23,5 hektar yang dikembangkan secara khusus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis syariah. Dikelilingi oleh klaster-klaster hunian, gaya hidup, dan bisnis kelas atas, Menara Syariah tidak hanya menjadi pusat regional, tetapi juga sebagai pernyataan global kepemimpinan keuangan syariah di Indonesia.
Dirancang untuk menjadi ikon keuangan syariah global, Menara Syariah bertumpu pada tiga prinsip utama: Ikonik, Terpadu, dan Islami. Aspek ikonik diekspresikan melalui menara kembar 29 lantai, yang dibuat dengan vertikalitas yang elegan dan estetika Islam kontemporer. Fasad dan interiornya dihiasi dengan pola geometris Islami, yang terinspirasi dari bukit pasir, geometri suci, dan bentuk-bentuk Arab kuno yang menciptakan identitas budaya dan visual yang beresonansi dengan dunia Islam. Integrasi dicapai tidak hanya melalui arsitektur, tetapi juga melalui fungsi. Menara ini merupakan bagian dari Islamic Financial District yang lebih besar, yang mengintegrasikan lebih dari 70 lembaga keuangan syariah, startup fintech, pusat inkubasi UMKM, dan pelaku industri halal. Pengembangan ini juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti ruang kerja bersama, area ritel, museum keuangan digital, dan masjid berkapasitas 1.200 orang (Masjid Al Khairiyah) untuk mendukung kegiatan ibadah dan acara komunitas. Karakter Islami Menara Syariah tertanam di setiap tingkat pembangunan. Orientasi spasial mempertimbangkan arah kiblat, sementara zona-zona untuk ibadah, bisnis, dan komunitas diatur untuk mencerminkan prinsip-prinsip Islam tentang keseimbangan (mīzān) dan tujuan (maqāṣid al-sharī'ah).
TIM PROYEK & PEMANGKU KEPENTINGAN
Pengembang: Agung Sedayu Group (ASG)
Luas Area Masterplan: ±23,5 hektar
Konsultan Arsitektur: DP Architects Ltd (Singapura)
Mitra Pengembangan Utama: Matrix Concepts (Malaysia), Nikko Sekuritas (Jepang), dan lainnya
Upacara Peletakan Batu Pertama: 8 Desember 2019
Upacara Penutupan Atap: 23 Agustus 2022, diresmikan oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin
Status Operasional: Tahap 1 dibuka pada tahun 2024; operasi penuh akan dimulai pada tahun 2025
Lokasi Proyek: Kawasan Keuangan Syariah, PIK2, Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten, Indonesia
Untuk mendukung kinerja curtain wall, ketahanan jangka panjang, serta perlindungan terhadap kondisi iklim tropis Indonesia, DOWSIL™ 991 Silicone Weatherproofing Sealant digunakan pada sistem fasad Menara Syariah PIK.
DOWSIL™ 991 Silicone Weatherproofing Sealant
DOWSIL™ 991 dirancang untuk aplikasi weatherproofing pada sistem fasad, memberikan sealing yang fleksibel dan tahan lama pada sambungan curtain wall. Produk ini memiliki daya rekat yang baik pada berbagai material bangunan, termasuk kaca, aluminium, dan panel logam, serta memiliki ketahanan terhadap paparan UV, ozon, dan perubahan suhu. Pada Menara Syariah PIK, DOWSIL™ 991 digunakan dalam pilihan warna Gray, Dark Gray, dan Black untuk menyesuaikan tampilan fasad sekaligus mendukung ketahanan terhadap cuaca dan durabilitas bangunan dalam jangka panjang.
Menara Syariah PIK lebih dari sekedar proyek real estat komersial, tetapi merupakan perwujudan dari ambisi Indonesia untuk menjadi pemimpin global dalam bidang ekonomi halal dan keuangan syariah. Sebagai ikon nasional dan pusat keuangan regional, menara ini mencerminkan sinergi antara keyakinan, fungsionalitas, dan inovasi masa depan. Dengan pendekatan komprehensif yang mencakup perbankan, fintech, ekonomi halal, pendidikan, dan ruang komunitas. Menara Syariah PIK merupakan ekosistem ekonomi syariah yang hidup dan bernafas. Menara ini tidak hanya berdiri sebagai landmark fisik, tetapi juga sebagai instrumen strategis bagi Indonesia untuk membentuk masa depan keuangan syariah global.
Selanjutnya : Living World Grand Wisata Bekasi: Pusat Perbelanjaan Terbesar di Timur Bekasi


